Tafakur, Embriogenesis dan Positive Attitude

  • Whatsapp

Oleh: Andina Firmandari Imani, S.Keb.,Bd.

Dalam Islam, merenungi ciptaan Allah SWT, merupakan pokok keimanan yang akan menghasilkan perbuatan dan perilaku positif. Merenung (tafakur) tentang proses penciptaan manusia terutama bagi orang tua dapat meningkatkan keimanan kepada-Nya. Manusia akan lebih menghargai setiap proses yang terjadi dalam kehamilan. Sebab kehamilan merupakan proses luar biasa ketika seorang wanita membawa embrio yang berkembang di rahimnya. Sebagian besar kehamilan adalah proses alamiah yang dialami manusia, dimulai saat bertemunya sel telur dari seorang wanita dan sel sperma dari seorang pria. Embriogenesis adalah proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Mari kita mengenal lebih dalam tentang proses pembentukan janin di dalam kandungan, yaitu pembuahan, pembelahan, implantasi dan pembentukan organ penting.

Baca juga

Embriogenesis dan Kehamilan

Kehamilan dimulai dari sebuah proses penting yang disebut dengan pembuahan, yaitu sel telur dan sel sperma bertemu di bagian terluas dalam saluran telur yang bernama ampula tuba fallopi. Di dalam ampula tuba fallopi, sel sperma dapat membuahi sel telur yang matang, yaitu saat masa ovulasi. Masa ovulasi sebuah sel telur hanya berlangsung 1×24 jam dalam satu siklus menstruasi wanita. Apabila sel sperma dapat bertemu dengan sel telur dalam keadaan ovulasi, maka sel tersebut akan bersatu dan membentuk embrio. Sel sperma yang dapat membuahi sel telur adalah sel sperma tercepat dari 15 juta sel sperma yang masuk ke dalam rahim wanita. Sel sperma tersebut membawa bekal berupa enzim yang berfungsi untuk menembus dinding dari sel telur agar dapat mencapai inti sel sehingga terjadi pembuahan.

Setelah pembuahan, yaitu proses pembelahan. Sel telur dan sel sperma yang mengalami pembuahan selanjutnya mengalami pembelahan sel. Zigot yang mencapai tingkat dua sel, mengalami serangkaian tahap mitosis, mengakibatkan bertambahnya jumlah sel dengan cepat. Zigot membelah mulai dari 2 sel, menjadi 4 sel, kemudian menjadi 8 sel, hingga menjadi morula (arbei) dengan 16 sel.

Proses ketiga adalah implantasi. Morula berjalan melalui sel telur menuju rahim dalam waktu 3-5 hari setelah pembuahan. Di dalam rahim morula kemudian berubah menjadi blastokel, yaitu sebuah bola padat yang memiliki rongga. Blastokel mulai berimplantasi ke dalam selaput lendir rahim pada minggu pertama kehamilan. Implantasi membutuhkan waktu yang singkat. Pada hari kedelapan dan selanjutnya blastokel, yang kemudian disebut blastosit, mendapat makanan melalui pembuluh darah pada dinding rahim untuk digunakan pembelahan sel lebih lanjut menjadi janin dan rongga selaput ketuban.

Setelah implantasi adalah pembentukan organ penting. Proses penting selanjutnya adalah periode organogenesis atau pembentukan organ penting. Blastosit kemudian membentuk gastrula. Gastrula terbagi menjadi tiga lapisan yaitu lapisan endoderm, mesoderm, dan ectoderm. Kemudian berdiferensiasi membentuk banyak jaringan dan organ yang spesifik. Pada minggu ketiga hingga minggu kedelapan terjadi perkembangan pesat pada organ-organ vital, misalnya sistem saraf, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dan lainnya. Pada bulan ke tiga hingga lahir ditandai dengan proses penyempurnaan jaringan dan organ serta pertumbuhan tubuh yang cepat.

Tafakur dan Syukur Menuju Perilaku Positif

Tafakur merupakan kegiatan berfikir dan merenungi nikmat Allah SWT. Memahami proses pembentukan manusia yang begitu rumit dan kompleks dapat menjadi bahan tafakur kita kepada Allah SWT. Dari suatu proses pembuahan, kita mengetahui bahwa jutaan sel sperma harus berjuang melewati alam rahim yang berat dan berjalan jauh menuju tuba fallopi hingga menemui sel telur. Ketepatan waktu ovulasi sel telur dan sampainya sel sperma kedalam tuba fallopi, hingga dapat membuahi sel telur merupakan salah satu kebesaran Allah SWT. Kemudian rangkaian proses penting terjadi hingga zigot tumbuh pesat membentuk berbagai organ penting hingga menjadi janin yang sempurna. Dimana apabila dalam dua bulan pertama kehamilan ini terjadi beberapa hal yang dapat menyebabkan malformasi atau kegagalan pembentukan struktur pada organ vital, maka salah satu dari organ vital janin akan mengalami kecacatan. Maka sangat penting bagi ibu untuk mempersiapkan diri sebelum hamil dan menjaga kesehatan fisik selama hamil.

Dari berbagai pengalaman penulis sebagai bidan, rata-rata ibu baru mengetahui bahwa dirinya hamil saat usia kehamilan sudah menginjak enam minggu. Hal tersebut berarti ibu telah melewatkan enam minggu masa penting pembentukan organ penting janinnya. Apabila ibu telah mempersiapkan nutrisi prakonsepsi dengan baik maka pembentukan janin di minggu awal kehamilan akan ternutrisi dengan baik dan pertumbuhan organ vital lebih berkualitas. Sedangkan apabila ibu mengawali kehamilannya dengan status gizi kurang atau dengan penyakit kronis maka masa pembentukan janin juga akan mengalami risiko. Maka dari itu, sangatlah penting persiapan fisik dan mental bagi ibu pada masa sebelum merencanakan kehamilan.

Bertafakur akan menghasilkan perbuatan dan perilaku positif (positive attitude). Bertafakur juga akan membentuk pribadi yang penuh syukur. Ketika ibu hamil mentafakuri setiap proses yang terjadi dalam kehamilannya, maka ibu akan bersikap positif dan mensyukuri kehamilannya, meskipun banyak keluhan dan ketidaknyamanan dalam kehamilannya. Segala emosi yang ibu rasakan juga akan dirasakan oleh janin. Maka ibu yang bersyukur dan tidak banyak mengeluh terhadap kehamilannya maka akan melahirkan anak yang tangguh.

Wallahualam..

Referensi :
Kosim, dkk. 2014. Buku Ajar Neonatologi. Cet. 4. Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Penulis, adalah Bidan dan Pemerhati Kesehatan Ibu dan Anak.

Pos terkait