Pembelajaran Jarak Jauh dan Tantangan Pembelajaran Abad 21 di Tengah Pandemi Covid-19

Pembelajaran Jarak Jauh dan Tantangan Pembelajaran Abad 21 di Tengah Pandemi Covid-19

Saat ini, berbagai sektor mengalami perubahan, salah satunya adalah dunia pendidikan. Perubahan tersebut, seperti dua mata pisau dimana ada yang positif dan negatif. Dalam hal bersifat positif, pandemi Covid-19 telah menjadikan pendidikan di Indonesia semakin banyak melahirkan inovasi dan menumbuhkan kreatifitas, baik bagi  peserta didik maupun pendidik.

Semenjak Indonesia ditetapkan sebagai negara yang terjangkit virus covid-19. Pada awal tahun ajaran baru Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama kementerian dalam negeri  (Kemendagri) telah melakukan evaluasi penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 yang sudah berjalan.

Dari hasil evaluasi tersebut, Mendikbud menegaskan kembali pentingnya kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di masa pandemi Covid-19. Masih tingginya tingkat penyebaran virus corona di berbagai daerah menyebabkan pemerintah tidak berani mengambil risiko menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

Dengan demikian, pembelajaran jarak jauh masih menjadi pilihan utama, meskipun masih banyak kendala yang dialami baik oleh peserta didik maupun pendidik.

Di sisi lain, pembelajaran di masa pandemi ini memberikan pengalaman yang luar biasa bagi peserta didik dan pendidik.  Pendidik yang sebelumnya hanya terdiam dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kini dipaksa untuk mau belajar. Demikian juga sekolah yang awalnya masih ragu, secara perlahan mulai belajar mengembangkan manajemen sekolah berbasis TIK.

Oleh: Awalludin, S.Pd.
Penulis, adalah Kepala Sekolah SMPIT Permata Madani.

Pos terkait