Jiwasraya dan Asabri Jangan Dikaburkan dengan Agenda Pilpres 2024

Jiwasraya dan Asabri Jangan Dikaburkan dengan Agenda Pilpres 2024

JAKARTA, koranindonesia.co, – Deklarasi Capres Millenial Erick Tohir hari selasa, 10 maret 2020 menuai reaksi dari Sayap Partai Demokrat yaitu Bintang Muda Indonesia.

Kepala Sekolah Pengkaderan Bintang Muda Indonesia (BMI) Qomaruddin Hasan menilai bahwa luka yang ada di BUMN soal Jiwasraya dan asabri masih mengangah namun dengan tidak elok dan patutnya ada organ yang memunculkan wacana untuk mencapreskan Figur Menteri BUMN maju di Pilpres 2024.

Sampai saat ini kasus jiwaseraya dan asabri yang menelan kerugian negara puluhan triliun nasibnya belum menuai kejelasan (sumir) tidak ada goodwill yang ditunjukan pemerintah untuk menuntaskan mega skandal ini kepublik, kurangnya progres dalam penanganan kasus mega sekandal jiwaseraya dan asabri memunculkan image public negatif terhadap pemerintahan saat ini.

Dengan adanya kasus Jiwasraya dan Asabri juga membuat publik tidak percaya dengan public insurance yang dimiliki oleh pemerintah, bukan hanya krisis kepercayaan yang di timbulkan, namun mega sekandal ini juga memunculkan krisis legitimasi pada pemerintan jokowi,

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya gerakan aksi dengan memasang spanduk untuk mendesak pembongkaran kasus Jiwasraya dan asabri, gerakan itu kita patut apresiasi mengingat kerugian negara yang cukup fantastik nilainya. Selain hal itu ada yg lebih prinsip dalam berbangsa dan bernegara yaitu menegakkan keadilan demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Dengan kepanikan publik diberbagai sektor mestinya wacana mencalonkan menteri BUMN utk menjadi capres 2024 tidak dimunculkan duluh, karena ini sama halnya menambah luka masalah yang lebih para lagi, mengingat ekonomi semakin merosot, rupiah melesat tinggi saamapi angka 14 ribu keatas, ditambah goncangan ekonomi global. bila pemerintah tidak hati hati maka bahtera Indonesia akan terpelanting ke jurang multi krisis.

Masalah pada hakikatnya adalah kesenjangan antara kenyataan dan apa yang diharapkan, tugas Sebagai seorang leader dalam menyelesaikan masalah adalah meghilangkan kesenjang kesenjangan yang ada dengan sikap tegas dan solutif tanpa harus menegasikan masalah itu sendiri. Fokus dan bijaksana mestinya harus terpatri dalam diri soeorang leader, agar sebagai seorang leader tepat dalam mengambil keputusan. Bukan membangun disparitas baru demi menghindari kritikan publik, sikap tersebut sangat tidak elok dilakukan seorang pemimpin.

Ada yang dirasa kurang logik tentang pernyataan pemerintahan dalam merespon masalah yang dihadapi perusahaan plat merah dibidang asuransi ini. jika sebuah permasalahan di anggap penting (important) dan urgen mestinya pemerintah harus mengambil langka strategis bersama menteri dan pembantu lainya utk menyusun rencana problem solving yang terukur dan solutif dalam menyelesaikan masalah sengkarut yang menerpa PT. Asuransi Jiwasraya dan asabri.

Namun realitas yang dipertontonkan sebagai seorang leader dalam merespon masalah Asuransi Jiwasraya dan asabri bukan memberikan langka solutif malah langka langka yg naif dengan menisbahkan masalah tersebut pada kepemimpinan sebelumya dan pendukung mentri BUMN mendeklir diri sebagai calon presiden 2024, sikap ini hampir selaluh di suguhkan kepublik seolah-olah menjadi tradisi atau seni kepemimpinan beliau. Jika kebiasaan daalam menyelesaikan problem pada BUMN atau lembaga yang lainya selalu dinisbahkan pada kepemimpinan sebelumya, maka sikap yang seperti ini akan mendegradasi kualitas dari seorang leader itu sendiri. Sikap yg suka menisbahkan masalah pada pihak lain seperti menunjukan atau mengafirmasi ketidak mampuan dalam memenej sebuah masalah. Kenapa seperti itu, karena sikap menyalahkan jauh dari sebuah kualitas seorang leader.

Dalam pengamatan saya ada yang tidak masuk akal dalam proses penanaman saham yang dilakukan oleh jiwaseraya dan asabri. dimana Jiwasraya ditengarai telah memainkan saham di 14 reksa dana dengan total investasi mencapai Rp 9 triliun dan nilai kepemilikan sebesar 50%-100% pada masing-masing emiten. Sebanyak 99,64% dana kelolaan investasi Jiwasraya dilimpahkan pada instrumen saham.

Pertaruhan terbesar Jiwasraya jatuh pada perusahaan perdagangan ikan hias, PT Inti Agri Resources Tbk. (IIKP) dengan total investasi sebesar Rp6 triliun. Nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aset yang dimiliki IIKP sendiri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), IIKP hanya memiliki aset Rp332 miliar dan kerap mengalami kerugian. Hal ini tidak logik, Orang awam saja pasti ngerti dan ngk mau naruh modal pada perusahaan yg asetnya lebih kecil ketimbaang modalnya. Pemerintah harusnya tegas dan berani untuk membuka seterang terangnya kasus ini.

Sebagai pengurus BMI pusat pertama kami memintak kepada pemerintah saat ini untuk mengusut secara tuntas sampai akar-akarnya kasus mega sekandal jiwasraya dan asabri. Kedua kembalikan jiwaseraya dan asabri sebagai lembaga asuransi milik negara untuk tetap prudent, akuntabel dalam menglolah asuransi.

BMI juga meminta kepada Pemerintah untuk menjelaskan secara terang benerangan mengenai perkembangan kasus Jiwasraya dan Asabri sebab bila tidak marwah pemerintah akan Jatuh, dan publik geram dalam menilai kebijakan pemerintah, masih ada moral force yang dimiliki masyarakat agar pemerintahan yg dipimpin oleh persiden jokowi untuk lebih baik bukan seperti realitas yg ada sekarang semakin hari semakin terpuruk diberbagai sektor, “pungkasnya”.

Pak Joko Widodo adalah Top leader dalam pemerintahan kita termasuk dalam pemberantasan korupsi, kuat dan tidaknya KPK variabel utama ada ditangan persiden, begitu juga baik atau tidaknya prestasi pemerintahan juga tergantung persiden dan semua rakyat akan melihat beliau gagal atau berhasi.

Oleh: Qomaruddin SE. M. Kesos

Penulis, Alumni Pasca UI. Dan Kepala Sekolah Pengkaderan BMI

Pos terkait