Pandemi dan Segkarut Masalah Lintas Sektoral Di Tengah Masyarakat

  • Whatsapp
Pandemi dan Segkarut Masalah Lintas Sektoral Di Tengah Masyarakat

Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia, terbukti sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini banyak pembatasan sebagai konsekuensi kebijakan pemerintah secara tidak langsung berimbas berbagai sekrot, seperti ekonomi, pariwisata, semakin meroketnya angka pengangurang dan berbagai sektor lainnya.

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 82,85% perusahaan terdampak oleh pandemi Covid-19 (SARS-CoV-2). Berdasarkan sektornya, usaha akomodasi dan makan/minum merupakan yang paling banyak mengalami penurunan pendapatan, yakni 92,47%.

Baca juga

Jasa lainnya juga menjadi sektor yang mengalami penurunan pendapatan terbanyak kedua, yakni 90,90%. Posisi tersebut disusul oleh sektor transportasi dan pergudangan, konstruksi, industri pengolahan, serta perdagangan.

Ini menjadi potret shahih, pandemi telah banyak lahirkan sengkarut masalah dan tentu harus dicarikan jalan keluar (problem solving). Hali ini tidak terlepas karena virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan China tidak memandang kelas siapa dia, posisi, dan jabatan disikat abis dengan virus mematikan bernama Covid-19.

Sampai saat ini, seperti diberitakan kompas.com data real time dikutip dari worldometers, total kasus infeksi Covid-19 di dunia tercatat sebanyak 207.446.107 kasus hingga Minggu (15/8/2021). Dari angka tersebut, 4.365.962 orang meninggal dunia, sementara yang sembuh mencapai 185.974.336. sungguh angka yang tidak sedikit bukan? Jangan lupa terus ikhtiar dan berdoa agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Segala upaya harus kita untuk perang melawan musuh yang tak nampak ini, semua kekuatan di kerahkan bahkan tidak sedikit pula dikorbankan demi terciptanya zero kasus dan menekan penularannya.

Masyarakat menjerit, kapan pandemi ini berakhir? Seperti sudah bosan dengan kondisi yang sudah lebih dari tahun melanda belahan dunia yang entah kapan secara pasti berakhir.

Walaupun pandemi belum usai, dan saat ini sudah menunjukkan perbaikan dalam manejemen kesehatan negeri ini, karena semakin hari angka penularan dapat ditekan, bahkan di bawah angka ratusan per hari berbanding terbalik saat bulan Juli lalu angka kasus harian Covid-19 di Indonesia menjadi yang terbanyak di dunia dengan 54.000 kasus.

Kedepan kita yakin, kondisi negeri ini akan pulih ekonomi tumbuh, dan kehidupan masyarakat akan kembali normal. Ingat ! jangan kendor protokol kesehatannya (prokes) dan terapkan 5 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas). Selain itu, jangan pula lupa untuk selalu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi Covid-19. Salam sehat.

Oleh: Muzakki

Penulis, adalah Mahasiswa Jurusan Hukum Pidana Islam (HPI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pos terkait