Kemenangan Joe Biden Pasca Pilpres

  • Whatsapp
Kemenangan Joe Biden Pasca Pilpres

Joe Biden terpilih sebagai Presiden Amerika setelah mengalahkan Donald Trump pasca pesta demokrasi. Pastinya banyak kebijakan baru yang direncanakan oleh Joe Biden, baik kebijakan dalam negeri atau kebijakan luar negeri dengan begitu semua program rencana Joe Biden akan diatur sedetail mungkin setelah dilantik. Namun, semua rencana itu dapat dipastikan menunggu hasil keputusan kongres.

Banyak kebijakan yang direncanakan Joe Biden dalam jangka dekat di antaranya dalam menangani penanggulangan pandemi Covid-19. Kemudahan para pencari suaka dari Amerika Latin, membuka imigran muslim, memberikan hak LGBT, pengendalian senjata, kemudahan membuat perumahan bagi tenaga kerja,dan reformasi birokrasi.

Walaupun banyak dari beberapa rencana Joe Biden dalam hari pertama kerja. Namun, beberapa proses regulasi-nya masih butuh persetujuan dari kongres bahkan bisa tersendat  sampai berbulan bulan jika dari anggota parlemen atau senat kembali dipertahankan oleh partai republik. Begitu juga dari kalangan wanita jumlah parlemen yang di dapat lumayan banyak dari partai demokrat tidak seperti sebelumnya yang mendapatkan suara 84 sekarang mendapatkan 95 suara.

Di sisi lain partai demokrat juga memenangkan Sarah McBride dari daerah Delaware yang notabenenya adalah seorang Transgender. Ia pun aktif sebagai lembaga hukum bagian perlindungan LGBT pernah menjadi pemagang di Gedung Putih di masanya Barack Obama. Dan, sekarang menjadi pejabat senator tertinggi di AS. Selain itu, ada juga transgender dari daerah yang lain seperti Taylor Small dari daerah Vermont, Ritchie Torres transgender dari kulit hitam yang memenangkan di daerah New York.

Kali pertama dalam sejarah demokrasi dari kaum gay terpilih sebagai senator yang ada di Amerika. Jika merujuk kepada demokrasi kebebasan yang di maksud adalah mengenai hak hidup, hak budaya, hak manusia, hak politik, hak menyampaikan aspirasi dan hak-hak lainya. Namun, tidak terlepas dari sosial kontrol.

Artinya, ada batasan batasan tertentu yang perlu diperhatikan seperti melanggar kodrat manusia yang tuhan ciptakan. Kodrat kemanusiaan saja sudah dilanggar apalagi memimpin sebuah daerah yang tentunya membuat aturan aturan di parlemen takutnya nanti akan berdampak yang tidak baik bagi perilaku amoral tersebut.

Di zaman Nazi kaum gay mendapatkan hukuman persekusi dari pemerintahanya karena Jerman saat itu berpikir bahwa kaum gay adalah “perilaku amoral” yaitu sebuah penyakit yang membuat lemah mentalnya untuk jadi laki-laki dan juga membuat kurangnya reproduktif di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintahan Reicht Dutcland menindak tegas adanya aktivitas kelompok gay.

Bagaimana dengan keadaan parlementer di Amerika saat ini? Apakah banyak senator yang berasal dari kaum gay ataukah seperti yang dikatakan bahwa demokrasi walaupun ada senator muslim yang terpilih di bebarapa daerah negara bagian bagaimana menurut kalian. Tentu, menarik untuk diulas.

Oleh: Muhammad Faruq

Penulis, adalah Guru di Sekolah Mutiara, dan Alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta.

Pos terkait