Gelar Aksi Solidaritas Aktivis Myanmar, FKPS Sambangi Polres Sumenep

Gelar Aksi Solidaritas Aktivis Myanmar, FKPS Sambangi Polres Sumenep

Sumenep, KoranIndonesia.co – Gejolak politik pemerintahan Negeri Myanmar menjadi perhatian dunia Internasional tak terkecuali Indonesia. 

Tepat di Hari Perempuan Internasional Sejumlah aktivis Forum Kedaualatan Perempuan Sumenep (FKPS) mendatangi Polres Sumenep untuk menyampaikan aspirasinya, Senin, (08/032021) pagi.

Bacaan Lainnya

Aksi mereka mewakili aspirasi masyarakat terkait Hak Azasi Manusia tentang perlindunga kaum perempuan khususnya.

“Kali ini kami meminta Polres Sumenep untuk mengawal setiap aksi mahasiswa ketika menyampaikan aspirasi di ruang publik. Hal itu sebagai bentuk tugas Polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujar Lina salah satu Aktivis FKPS.

Mereka tergerak untuk melakukan aksi ini sebab adanya tragedi Kudeta Myanmar yang menggugurkan salah satu aktivis perempuan, Angel, yang tertembak oleh militer Myanmar.

“Aktivis harusnya mendapat perlindungan dari pihak kepolisian. Mampu melindungi kami (masyarakat), bukan malah menghentikan aspirasi dan gerakan kami yang harusnya kami sampaikan,” sambungnya.

Mereka beranggapan bahwa yang terjadi di Myanmar oleh militer di negeri itu merupakan pelanggaran HAM sebab mereka membungkam suara-suara kebenaran yang disampaikan para aktivis.

Menanggapi aksi solidaritas tersebut, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan bahwa pihaknya terus mengawal aksi damai tersebut.

“Saat ini aksi solidaritas mahasiswa terkait isu penembakan yang terjadi di Myanmar kita terima di Polres Sumenep, tetap kita kawal, kita lakukan pengamanan sebanyak 115 personel,” ungkapnya.

Di hadapan para pewarta beliau mengatakan bahwa mahasiswa-mahasiswa tersebut menginginkan bertemu dengan Bapak Kapolres namun yang kebetulan sedang ada acara rapat di Pemkab. Terkait tentang pembubaran aksi demo tersebut, dirinya mengatakan masih melihat situasi.

Namun, aksi ini mendapat tanggapan dari Wakapolres Sumenep Kompol Christopher Andikara Lebbang S.H., S.IK., M.H., bahwa pihaknya secara umum sepakat dengan aspirasi para aktivis bahwa polisi tidak setuju dengan tindakan represif atas aksi demo mahasiswa.

Reporter : Firdausi | Editor : Shofi Abidillah

Pos terkait