Belum Ada Kejelasan Terkait Pembayaran DP Terdahulu Pasar Pangalengan, Atep Suherman Angkat Bicara

BANDUNG, KoranIndonesia.co – Setelah menunggu kurang lebih selama 4th pembangunan pasar wisata desa pangalengan akhirnya selesai di bangun dengan megah.

Dimana pasar milik pemerintah desa pangalengan tersebut di bangun oleh PT Armani Agro Sukses,dengan pola kerjasama pengelolaan selama 15 tahun dan ada beberapa mekanisme sistem pembayaran diantaranya,

Melalui kredit KUR BRI
Cash bertahap, cash keras, dll.

Namun di balik megahnya bangunan pasar wisata Desa Pangalengan tersebut menorehkan luka bagi sebagian masyarakat warga pasar wisata pangalengan yang sudah memberikan dp terdahulu.

Menurut salah seorang warga berinisial O yang enggan disebut namanya ketika dia (O) minta kunci dia harus memberikan sejumlah uang DP terlebih dahulu padahal sewaktu itu dia sudah memberikan pembayaran DP sejak 4 tahun yang lalu.

Namun pihak pengelola berdalih ini beda aturan karena ini new Armani, sementara DP yang diberikan oleh (O) kepada orang Armani lama, demikian juga menurut pedagang yang berinisial A dia juga ketika minta kunci harus memberikan sejumlah uang DP padahal ia (A) ini sudah mendanai atau memberikan pinjaman dana kepada pihak Armani ketika pembangunan pasar sementara dan ketika eksekusi pemindahan pedagang ke pasar sementara.

Bahkan ia (A) harus membuat surat pernyataan kesanggupan bayar DP selambat lambatnya Tanggal 30 Desember 2022, untuk mendapatkan kunci kios, di pasar wisata desa pangalengan yang baru selesai di bangun.

Padahal secara hitungan-hitungan (A) harus nya mendapatkan pengembalian dana dari Armani karena uang yang sudah dikeluarkan dia (A) melebihi nilai jual kios yang akan ditempati (A).

Menurut tokoh pedagang Pasar Wisata Desa Pangalengan. Atep Suherman atau biasa akrab disapa Atep Rege. ” Seharusnya Pihak Armani bertanggung jawab terhadap semua uang yang sudah masuk dari para pedagang walaupun dengan dalih manapun, karena para pedagang dulu pernah memberikan Dana kepada PT. Armani dan sekarang yang mengerjakan adalah PT. Armani, walau di dalam perusahaan itu sendiri mengalami peralihan kepemilikan,” ucapnya Atep.

Lebih lanjut Atep Menegaskan,”
Seharusnya pemilik perusahaan Armani yang baru mengetahui, semua permasalahan di dalam perusahaan itu ketika akan mengambil alih perusahaan tersebut,” Tegasnya pernyataan Haji Atep Suherman tersebut.

Senada dengan pernyataan dewan komisi B ketika melaksanakan audiensi dengan LSM Lakri (Lembaga Anti Korupsi) menurut dewan semua uang yg masuk DP harus diakomodir bahkan harganya pun harus tetap sesuai dengan kesepakatan di Tahun 2018 lalu sebesar 11 Juta per meter persegi, walaupun misalnya mengalami kenaikan.

Haji Atep Suherman menambahkan. “Di sini perlu peran serta Kepala Desa (Pak Kades Agus Supriatna) untuk menengahi dan memberikan solusi bagi warga masyarakat pedagang pasar wisata desa pangalengan yang mana diketahui pasar wisata desa pangalengan tersebut di bangun di atas tanah milik Pemerintah Desa Pangalengan,” tuturnya.

Haji Atep Suherman sebagai warga masyarakat pedagang Pasar Wisata Desa Pangalengan meminta, supaya Pak Kades memfasilitasi pertemuan antara Pengurus perusahaan Armani lama dengan pengurus Armani baru, bersama Warga Pedagang pasar Pangalengan yang sudah memberikan DP guna dilakukan verifikasi,konfirmasi kebenarannya demi mencari solusi, pintanya H. Atep Suherman.

Reporter : Gps/Red | Editor : Hafiza

Pos terkait