Pemkab Pamekasan Kembali Dapat Bantuan, Mas Tamam Sebut Program WUB Bertujuan Membangun Ekonomi Masyarakat dari Bawah

Pamekasan, KoranIndonesia.co – Wirausaha baru (WUB) binaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur kembali mendapat bantuan berupa sejumlah alat produksi dengan nominal total Rp 51.900.000 dari Bank Negara Indonesia (BNI), Rabu (1/8/2021).

Pemberian bantuan secara simbolis yang bertempat di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam tersebut dihadiri Kepala Bappeda, Taufikurrahman, Kepala Badan Keuangan Daerah, Sahrul Munir, Kepala Diskominfo, Ir. Muhammad, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Muharram.

Bacaan Lainnya

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Abdul Fata, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker), Supriyanto, Kepala Pemimpin Cabang BNI Madura, Rahmat Mudji, serta beberapa pejabat penting di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

“Terimakasih saya sampaikan atas bantuan dan kerja sama ini. Semoga kerja sama baik ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Karena bantuan ini memang untuk masyarakat,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan sambutan.

Dia menjelaskan, pihaknya memiliki lima program prioritas dalam membangun daerahnya agar mampu bersaing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia. Meliputi, pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan reformasi birokrasi. Sementara WUB merupakan program di bidang ekonomi dengan target sepuluh ribu pengusaha baru (sapu tangan biru).

Program WUB disamping memberikan pelatihan secara gratis kepada masyarakat, pemerintah kabupaten (pemkab) juga memberikan bantuan alat yang dananya bersumber dari corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan. Setelah itu, pihaknya memberikan pinjaman modal dengan bunga nol persen hingga membantu pemasaran baik online ataupun offline agar usaha mereka bisa berjalan sesuai harapan.

“Karena saya melihat Madura dari Suramadu saja seperti pasar besar. Songkok, sandal, sepatu, sarung yang kita pakai tidak ada yang diproduksi di Madura. Makanya kami membuat program WUB ini,” tandasnya.

Bupati dengan panggilan Mas Tamam ini melanjutkan, program WUB bertujuan membangun ekonomi masyarakat dari bawah. Berkat program itu, masyarakat Pamekasan yang mengikuti pelatihan mampu memiliki usaha. Mulai usaha produksi songkok, sandal hingga usaha snack.

Bantuan alat produksi untuk peserta WUB tidak hanya saat ini saja, sebelumnya bantuan alat juga datang dari sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, Pemimpin BNI Madura, Rahmat Mudji berharap, bantuan alat tersebut bisa bermanfaat kepada masyarakat dan mampu mengembangkan usahanya dengan baik.

“Jumlah alatnya sekitar 20 unit, diantaranya mesih sol sepatu, mesin jahit dan beberapa alat lainnya. Harapan kami bisa dimanfaatkan maksimal lah,” pungkasnya.

Reporter : Adv/Milky | Editor : SD

Pos terkait