Nenek Usia 87 Tahun Digugat Anak Kandung Sendiri

  • Whatsapp
Nenek Usia 87 Tahun Digugat Anak Kandung Sendiri

Banyuasin, KoranIndonesia.co – Kabar sedih kembali mengemuka hingga menyita perhatian publik, Hj Darmina nenek berusia 87 tahun telah digugat oleh anak-anaknya ke Pengadilan Negeri Pangkalan Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kenapa tiga anak perempuan tersebut berani menggugat ibu kandungnya sendiri? Gugatan itu dilayangkan awal mulanya lantaran karena harta warisan yang sampai saat diduga dijual oleh ibu Hj Damina.

Baca juga

Penggugat (3 anak perempuan) memaksa, dan bersikeras meminta bagian dari hasil penjualan tanah kepada ibu kandungnya ini (Hj Damina). Sehingga, mereka kompak menggugat ibunya yang sekarang duduk di atas kursi roda.

“Permasalahan itu muncul karena ibunya menjual tanah itu kepada cucunya Angga senilai Rp100 juta, kemudian sebulan oleh Angga dijual kembali ke orang lain yang diperkirakan senilai Rp550 juta,” ujar Ahmad Azhari SH kuasa hukum anak Hj Damina.

Menurut Ahmad Azhari SH, memang dari situlah muncul kecurigaan kami, tanah itu dijual oleh ibu kami, tanpa memberitahukan kepada anak-anak yang lain. Terkesan ada rekayasa atau modus dari Angga yang ingin menguasai tanah tersebut. Oleh karena itulah perkara ini naik ke meja hijau. Untuk mengembalikan tanah itu ke ahli waris, Jumat (17/7/2020).

Nenek yang berusia 87 tahun pun tidak pupus harapan untuk berjuang melawan tiga anak semata wayangnya sampai sidang Mediasi yang digelar di Pengadilan Agama (PA) Pangkalan Balai Banyuasin, Kamis (21/01/2021) tak menemukan titik temu.

Bahkan, perseteruan itu terjadi antara anak, cucu, dan ibu kandung yang digugat di dalam mediasi tersebut. Apakah mereka menempuh jalur hukum mediasi ataukah sidang tetap dilanjutkan?

Menurut Heriyandi SH, Kuasa Hukum Darmina, mengatakan, mediasi belum menemukan titik temu. Masih ada waktu dua Minggu untuk mediasi. Dan selama dua Minggu mediator meminta membawakan bukti-bukti yang berkaitan dengan permasalahan ini. Tentunya harapan kami, ada solusi yang terbaik masih kami mengedepankan kekeluargaan.

“Kami minta ibu kami dipulangkan ke rumah kami, kami siap untuk merawatnya. Karena kami adalah anak kandungnya. Dan bukan kami semata-mata untuk menguasai lahan itu, akan tetapi kami ingin menyelamatkan ibu dan harta warisan itu dari Angga yang tinggal di Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III,” ujar salah satu anak Hj Damina di hadapan awak media.

Menurutnya, lahan itu seluas dua hektare, lima anak sudah dihibahkan tanah seluas 17 x 50 meter persegi untuk masing-masing 4 anak perempuan. Sedangkan Ayah Angga (Abdul Gani alm) mendapat dua kali lipat yaitu seluas 34 x 50 meter persegi. Dari pembagian itu masih terdapat sisah yang kini diperkarakan.

Karena dalam mediasi belum ada hasil, maka perkara ini masih masih dilanjutkan ke tahap sidang minggu depan di Pengadilan Negeri Banyuasin.

Sedangkan kuasa hukum penggugat, Achmad Azhari SH didampingi Tara Febri Ramadan SH MH, dan Martha SA Hutabarat SH MH menjelaskan, pihaknya berharap ada perdamaian.(Muhlis)

Pos terkait