Bersama Menteri Bappenas, Kiai Hamid Wahid Mendorong Kebangkitan Ekonomi Masyarakat

Bersama Menteri Bappenas, Kiai Hamid Wahid Mendorong Kebangkitan Ekonomi Masyarakat

Surabaya, KoranIndonesia.co – Dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, sejumlah tokoh masyarakat di Jatim bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Manuarfa untuk memberikan masukan perihal peanganan dampak ekonomi pandemic covid 19 dan pembangunan tol terhadap ekonomi mikro, Sabtu (16/04/21) di Hotel Shagrila, Surabaya.

Rangkaian kunjungan Menteri PPN ke sejumlah daerah di Jatim, antara lain Pasuruan dan Situbondo merupakan inisiatif kementerian sendiri.

Bacaan Lainnya

Adalah KH. Abdul Hamid Wahid Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo yang mengikuti pertemuan mengatakan, pihaknya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui jalur ekonomi Syariah.

“Khususnya dengan mendorong Indonesia, terutama Jawa Timur, terlibat dan berperan dalam hal value chain (rantai nilai halal, red),” Kata tokoh agama sekaligus Rektor Universitas Nurul Jadid ini.

Ia melanjutkan, krisis ekonomi akibat pandemic Covid 19 tak memandang industry besar atau UMKM. Hal ini berbeda dengan krisis moneter 1998. Pada 2008, UMKM masih bergeliat.

Pihaknya mengususulkan agar kebangkitan ekonomi pasca pandemic dipercepat. Menurutnya ada dua hal sebagai pengungkit, berkaitan dengan upaya ini, yaitu ekonomi syariah serta parawisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Ekonomi Syariah dan pesantren di dalamnya, OPOP (One Pesantren One Product) juga di situ,” ungkapnya.

Berkait halal value chain, Kiai Hamid menyebuat ada dua senta ekonomi halal di Jatim. Yaitu di Sidoarjo oleh Pemprov Jatim, dan Pasir Putih Situbondo yang tengah dikembangkan bersama MUI Jatim.

Sementara di bidang parekraf, ia menyebut ekonomi kreatif punya daya ungkit ekonomi yang besar, untuk hal ini, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) mempertemukan kepala daerah Situbondo, Bondowoso dan Probolinggo, bersama komisi X DPR RI dan pejabat kementerian Parekraf.

Untuk pembangunan tol, tokoh masyarakat jatim berpandangan, merupakan berkah yang mengarah pada ekonomi makro. Sementara ekonomi mikro belum bergerak, bahkan terdampak pembangunan infrastruktur tersebut.

Reporter : Mushaf | Editor : Muhlis Arifin

Pos terkait