Diguyur Hujan Deras, Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep Tergenang Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep Tergenang Banjir

Sumenep, KoranIndonesia.co – Curah hujan yang sangat tinggi yang terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu, (23-24/02/2021) dini hari mengakibatkan banjir di Dusun Jabbau, Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang.

Akibat banjir yang menggenang sejumlah rumah di dusun tersebut, alat-alat rumah tangga seperti perabot dapur mengambang di air.

Bacaan Lainnya

Menurut penuturan salah seorang warga, air yang masuk ke rumah-rumah warga diperkirakan terjadi pukul 01:00 WIB dini hari tadi. Sejumlah warga yang terdampak banjir berusaha memindahkan ternaknya ke tempat lain yang lebih tinggi sebab hampir tenggelam dan harus segera diselamatkan.

“Tadi malam sejumlah warga menyelamatkan sapi-sapi peliharaannya ke tempat yang lebih tinggi,” kata Irul, warga Dusun Jabbau.

Irul juga menambahkan bahwa Dusun Jabbau memang termasuk dataran rendah, sehingga ketika terjadi intensitas hujan yang sangat tinggi maka daerah tersebut menjadi seperti penampungan air bah yang datang dari desa sebelah. Sehingga Dusun Jabbau menjadi daerah terparah yang terdampak banjir dini hari tadi tepatnya sekitar masjid Jabbau. Dan di sekitar situ pula Irul dan keluarganya tinggal.

“Di baratnya masjid Jabbau sampai sedada (tinggi) airnya, itu di rumah saya. Sedangkan di rumah lain sampai dengkul tapi itu sudah masuk ke rumah warga,” tambahnya.

Ini merupakan banjir terbesar sejauh ini dibanding sebelumnya yang terjadi di Jabbau.

“Yang saya tahu sebelumnya tidak sebesar (banjir)sekarang,” sambung Irul.

Selain itu, intensitas hujan yang cukup deras juga membuat salah satu rumah warga roboh. Menurut keterangan Irul rumah tersebut milik Ra Hesam.

“Sekitar jam 2 lewat, sebab saya belum tidur setelah membantu mengamankan ternak warga, ada bunyi seperti tembok roboh,” tuturnya.

Banjir tentu sedikit banyak menghambat aktivitas warga, maka harapannya semoga banjir yang terjadi dini hari tadi cepat surut agar semua dapat berkativitas normal kambali seperti sebelumnya.

“Semoga cepat surut karena di daerah saya tidak ada selokan, adanya pembuangan ke dalam tanah pakai pipa,” harap Irul, warga Dusun Jabbau.(Firdausi)

Pos terkait