Rektor Universitas Madura Membantah Keterlibatan Penundaan Pilkades di Kab. Sampang

  • Whatsapp
Rektor Universitas Madura Membantah Keterlibatan Penundaan Pilkades di Kab. Sampang
Dr. Faisal Estu Yulianto, M.T. Rektor Universitas Madura.

Sampang, KoranIndonesia.co – Rektor Universitas Madura Membantah Keterlibatan dalam penundaan Pilkades di Kab. Sampang.

Hal itu disampaikan ketika keluar surat pernyataan yang mengatas namakan Paguyuban Mahasiswa Sampang, dan komunitas aksi mahasiswa Universitas Madura, tentang kecaman terhadap Rektor Universitas Madura terkait penundaan Pilkades di Kabupaten Sampang, pada Sabtu, 13 November 2021.

Baca juga

Dalam surat itu disampaikan bahwa Rektor Universitas Madura terlibat dalam pernyataan dukungan atas Perbub No. 27 Tahun 2021 Kabupaten Sampang. tentang pedoman pencalonan, pemilihan, pengangkatan, pelantikan dan kemudian pemberhentian kepala desa.

Dr. Faisal Estu Yulianto, M.T. selaku Rektor Universitas Madura menyampaikan pihak Kampus Unira diundang untuk mendiskusikan Perbup tersebut dengan Bupati dan dinas terkait, lalu disampaikan kalau Perbup tersebut sudah dikonsultasikan ke DPRD Sampang, Pemprov. Jatim dan Kemendagri.

Lalu beliau menambahkan kami melakukan kajian sesuai sudut pandang para akademisi dari 4 Perguruan Tinggi di Madura. Yaitu, Universitas Madura, IAIN Madura, Universitas Trunojoyo Madura, dan Direktur politeknik Negeri Madura.

“Perbup tersebut secara legal formal tidak ada masalah karena tidak bertentangan dengan produk hukum lainnya,” ungkap Rektor yang baru terpilih tersebut.

Lebih lanjut beliau menjelaskan. Kita tidak mencampuri masalah Pilkades, kita diundang untuk mengkaji Perbup dan diminta untuk membantu sosialisasi Perbupnya. dan juga kami sampaikan ke Pemkab potensi yang akan terjadi.

“Kita tidak mendukung Bupati Sampang, yang kita dukung adalah produk hukumnya, selagi Perbup tersebut tidak berbenturan dengan ketentuan lainnya, jadi sebenarnya kalau dianggap kita berpolitik praktis saya kira tidak tepat,” pungkasnya.

Dr. Abdurrahman selaku dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura juga berpendapat, sebagai orang yang memang ahli di bidang pemerintahan desa, kami sepakat untuk tetap menjaga marwah kampus Unira sebagai Perguruan Tinggi yang wajib netral.

Reporter : Hendra | Editor : Milky CS

Pos terkait