Tegaskan Pejabat tidak QR Code Dilarang Masuk saat MTQ XXIX, Bupati Pamekasan Berikan Arahan

Tegaskan Pejabat tidak QR Code Dilarang Masuk saat MTQ XXIX, Bupati Pamekasan Berikan Arahan
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Pamekasan, KoranIndonesia.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur kembali menggelar rapat persiapan pelaksanaan musabaqoh tilawatil qur’an (MTQ) ke XXIX tingkat provinsi Jatim di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati.

Hal itu dilakukan dalam rangka persiapan event besar ini dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan event organizer (EO) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Jawa Timur. Kemudian Kemenag Kabupaten Pamekasan, Rabu sore, 27 Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan arahan pada rapat itu menyampaikan MTQ tingkat provinsi ini berbeda dengan MTQ sebelumnya akibat adanya Pandemi Covid-19 tersebut.

“Ini sungguh berbeda dengan sebelumnya karena pandemi. MTQ pandemi ya seperti ini, MTQ tahun 1971 di Pamekasan, nunggunya 50 tahun, ketika ditunggu pas pandemi,” ungkap Mas Tamam panggilan akran Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Menurutnya, pihaknya berusaha maksimal agar pelaksanaan MTQ baik mulai pembukaan dan pelaksanaan lomba hingga penutupan berjalan tanpa kendala terutama penerapan prokes yang harus menjadi perhatian bersama.

“Pembukaan dan penutupan wajib QR Code Vaksinasi Covid-19. Yang tidak QR code kasarannya mau kepala dinas dimana wes tidak boleh masuk tidak bis,” tambahnya.

Kemudian selain itu, Mas Tamam menginstrusikan kepada jajarannya untuk memastikan kedatangan kepala daerah dari 37 kabupaten/kota pada saat pembukaan atau penutupan MTQ XXIX tingkat Provinsi Jawa Timur guna memberikan pelayanan terbaik kepada mereka. “Pastikan juga mulai sekarang, bupati atau wali kota mana saja yang mau hadir, kalau tidak hadir diwakilkan ke siapa? Kalaupun nginep, nginepnya kita siapkan dimana? Itu sudah pasti semua, kenapa harus pasti begini, karena dari awal kita punya semangat bahwa oleh-oleh itu bukan hanya sovenir, tapi cerita kebaikan dari Pamekasan, keramahan dan lain-lain,” ungkapnya.

Reporter : Adv/SD | Editor : MA

Pos terkait