Sebelum Dimulai, Pemkab Pamekasan Beri Modul Buku tentang Perundang-undangan Cukai Kepada IKM dan Pedagang

Sebelum Dimulai, Pemkab Pamekasan Beri Modul Buku tentang Perundang-undangan Cukai Kepada IKM dan Pedagang

Pamekasan, KoranIndonesia.co – Sebelum acara sosialisasi Perundang-undangan Tentang Cukai dimulai, pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan Madura Jawa Timur memberikan buku panduan untuk memahami rokok ilegal atau tanpa cukai.

Pada halaman pertama, dalam modul tersebut dijelaskan undang-undang nomor 11 tahun 1995, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang cukai dan dan peraturan Menteri Keuangan nomor 66/pmk. 04/2018 tentang tata cara pemberian pembekuan dan pencabutan nomor pokok pengusaha barang kena cukai.

Bacaan Lainnya

Selain itu, juga diterangkan di dalam buku modul tersebut mengenai karakteristik barang kena cukai dan jenis-jenis barang kena cukai. Kemudian Nomor Pokok pengusaha barang kena cukai, selain itu tentang rokok ilegal.

Diketahui, Pemkab melalui Disperindag bekerjasama dengan bea cukai melaksanakan sosialisasi perundang-undangan di bidang Cukai di Hotel Berlian. Acara tersebut berlangsung dua hari yang diikuti oleh 100 peserta.

100 peserta tersebut terdiri pelaku IKM dan juga perwakilan pedagang pasar 100 peserta tersebut dibagi menjadi dua yaitu, setiap kegiatan menjadi 50 peserta.

Salah satu peserta Iis, dengan adanya modul atau buku panduan ini bisa Di bisa dibaca nanti kalau misalnya mau mengetahui dalam ciri-ciri rokok ilegal atau dasar dasar hukum mengenai perundang-undang di bidang cukai.

“Nanti kalau ada bukunya kan kita tahu mas,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung selama dua hari, dengan dibagi menjadi dua bagian, pertama 50 peserta. kemudian yang kedua 50 juta. ” ini bermanfaat dalam menekan peredaran barang ilegal yang kena cukai seperti rokok dan barang lainnya,” jelas Achmad Sjaifuddin.

Reporter : Adv/SD | Editor : MA

Pos terkait