Pemkab Pamekasan Akan Lakukan Pembangunan KIHT Setelah Memenuhi Syarat

Pemkab Pamekasan Akan Lakukan Pembangunan KIHT Setelah Memenuhi Syarat
Kabid Pembinaan dan Perlindungan, Agus Wijaya. [KoranIndonesia.co]

Pamekasan, KoranIndonesia.co – Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan melakukan pembanguna Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) setelah dinilai layak dan memenuhi syarat oleh tim pengkaji.

Rencana pembangunan yang terletak di lokasi di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, seluas lahan 2,5 hektare tersebut akan dibangun secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Itu sudah memenuhi kawasan itu untuk mejadi kawasan industri. Secara bertahap sudah bisa dimulia Tahun 2021 ini,” jelas Kabid Pembinaan dan Perlindungan, Agus Wijaya, mendampingi Kepala Disperindag, Achmad Syaifuddin, Rabu, 28 Juli 2021.

Menurutnya, pihaknya sudah menghubungi tim pengkaji yaitu tim dari Universitas Jember untuk segera turun ke Pamekasan. Namun karena kondisi disini PPKM akhirnya ditunda sementara. Hal tersebut antisipasi penyebaran pandemi Covid-19.

“Kami sudah menghubungi Universitas Jember itu kawasan KIHT itu sudah layak untuk dibangun. Tetapi dari pihak Unej Jember masih belum bisa turun ke sini karena dalam keadaan gawat Covid-19 ini,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat bahwa tahun ini, pembangunan KIHT tersebut akan didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Tujuan pembangunan KIHT ini untuk menarik pabrik-pabrik rokok local di Pamekasan khususnya yang yang ilegal untuk mendapatkan pembinaan yang intens. Selain itu, dibina pengembangan usahanya, perusahaan rokok local itu juga akan mendapatkan pembinaan tentang bagaimana memproses perijinanya secara lengkap.

Di antara langkah yang dilakukannya sebelumnya, kata Agus, adalah melakukan studi kelayakan lokasi bekerjasama dengan Universitas Negeri Jember (Unej). Setelah selesai, nanti akan dipresentasikan dihadapan Bupati Pamekasan, Badrut Tamam dan pihak perusahan rokok maupun elemen terkait lainnya.

Jika kawasan itu sudah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan, kata Agus, tahap pertama untuk tahun 2021 adalah pembangunan pagar dan pemadatan saluran. Setelah itu akan langsung memaparkan hasil studi kelayakan kawasan itu dihadapan perusahaan rokok besar dan dinas terkait di Bumi Gerbang Salam.

Setelah selesai desain, akan dilanjutkan untuk pembangunan tahap pertama yakni berupa pembangunan pagar dan pemadatan.

“Waktu kita yang terbatas karena keadaan Covid-19 ini kita juga kegiatan kami akan berkurang, karena keadaan waktu jadi kami akan adakan seperti itu dulu, tetapi memang kalau waktu memungkinkan nanti kami akan lanjutkan, kalau waktu masih ada kami akan lanjutkan dengan pembangunan jalan dan saluran,” jelasnya.

Reporter : Adv/SD | Editor : Muhlis Arifin

Pos terkait