Distribusikan Air Bersih, Bupati Pamekasan Titipkan Salam Kepada Masyarakat

Distribusikan Air Bersih, Bupati Pamekasan Titipkan Salam Kepada Masyarakat
Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam dalam Acara Launching Pendistribusian Air Bersih di Mandhapa Aghung Ronggosukowati.

Pamekasan, KoranIndonesia.co – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam meminta para petugas pengantar air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan untuk bekerja ikhlas dalam memberikan pelayanan maksimal.

Menurutnya, kesabaran dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak kekeringan harus tertanam kuat dalam hati sebagai prinsip bekerja ikhlas serta profesional. “Keikhlasan, kesabaran, serta komitmen memberikan yang terbaik menjadi bagian dari prinsip kita dalam pelayanan. Ikhlas, sabar, profesional sesuai dengan tugas dan fungsi, bagian dari pondasi kita,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan sambutan dalam acara launching pendistribusian air bersih di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (13/9/2021).

Bacaan Lainnya

Dikatakan, kerja keras dan kerja ikhlas para pengantar air bersih bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara yang memiliki nilai soleh di sisi Allah SWT. “Mudah-mudahan karena kita ikhlas, kita sabar, bekerja setulus hati memberikan yang terbaik, mudah-mudahan menjadi bagian catatan amal soleh kita, untuk rakyat, bangsa dan negara,” tandasnya.

Bupati yang akrab disapas Mas Tamam itu meminta para petugas pengantar air bersih untuk menyampaikan salamnya kepada masyarakat terdampak guna mempererat tali persaudaraan dengan mereka. “Saya nitip salam kepada seluruh masyarakat yang menerima air, salam hormat, salam ta’dzim, semoga air ini bisa bermanfaat, sanggup ya?,” tanya bupati dan dijawab iya oleh para petugas.

Dia menuturkan, kesuksesan suatu program itu tidak lepas dari kerja sama semua elemen, tidak bisa hanya dilakukan satu orang saja, melainkan harus bersama-sama sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Kerja pemerintahan ini tidak bisa tunggal, dari satu elemen, fungsi dan tugas yang lain saling terikat. Sering saya sampaikan, seperti mobil, mesinnya bagus, bannya gembos tidak bisa jalan, mesin bagus, bannya bagus, tapi ada elemen lain yang fungsinya menggerakkan tidak berfungsi, juga tidak bisa jalan. Keseluruhannya itu tidak ada yang lebih mulai diantara satu dengan yang lainnya, sama,” paparnya.

Reporter : Adv/SD | Editor : MA

Pos terkait