Bea Cukai Madura Tahun 2020 Sita Tujuh Juta Batang Rokok Ilegal

Pemkab Sukses Gelar Sosialisasi Perundang-undang di Bidang Cukai untuk IKM dan Pedagang Pasar

Pamekasan, KoranIndonesia.co – Jumlah dana yang berhasil ditarik pemerintah dari cukai tembakau tiap tahun di empat kabupaten di Madura mencapai sekitar Rp 400 miliar. Jumlah tersebut sekitar 50 persen dikembalikan lagi ke daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang menjadi anggaran sejumlah program pembangunan di daerah.

Hal itu diungkap Humas Bea Cukai Madura, Zainullah saat menjadi pemateri dalam acara sosialisasi Undang Undang Bidang Cukai di Balai Desa Jarin, Kecamatan Pademawu Pamekasan, Rabu, 8 September 2021.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Dana DBHCHT terseb disalurkan melalui pemerintah daerah untuk membangun Madura dengan dibagi menjadi tiga kategori program pembangunan, yaitu di bidang sosial kemasyarakatan dan bidang kesehatan, kemudoan bidang penegakan hukum.

“Karena sumbangsih jenengan semua terutama yang ngerokok, ini luar biasa,” tambahnya.

Dikatan olehnya, perusahaan rokok ilegal di Madura jumlahnya sangat banyak. Pada tahun 2020 lalu jumlah hasil sitaan petugas saat razia rokok ilegal mencapai 7 juta batang. Dan pada tahun 2021 ini hingga Agustus sudah mencapai 4 juta batang se Madura.

Lanjutnya, banyak lahan yang ditanami tembakau. Karena itu jika ada yang berminat mendirikan pabrik rokok, Bea Cukai Madura siap membantu. Hanya saja perlu diiringi dengan penataan yang baik. Pihak Bea Cukai nanti juga akan bantu membuatkan NPBPKC.

“Alhamdulillah Pak Bupati Pamekasan berinisiatif bekerjasama dengan Bea Cukai Madura mendirikan KIHT. Mohon doanya bisa sukses, sehingga nanti kalangan pengusaha rokok yang pengen mendirikan pabrik, tapi terkendala lahan, bisa mendaftar usaha di KIHT. Tahun 2021 ini proses sudah berjalan, insya Allah tahun 2022 bisa beroperasi,” paparnya.

Reporter : Adv/SD | Editor : MA

Pos terkait