Kasus Penembakan Sudah Sampai pada Agenda Pembacaan Dakwaan Oleh JPU

Kasus Penembakan Sudah Sampai pada Agenda Pembacaan Dakwaan Oleh JPU

Tangerang Selatan, KoranIndonesia.co Sidang kasus penembakan misterius atas nama terdakwa EF, CHA dan CLA digelar dan terbuka untuk umum di PN Kota Tangerang, Selasa (03/11/2020). Sidang pertama berjalan damai dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU atas penembakan terhadap saksi korban Sunjaya Permana, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

Dalam pembacaan dakwaan, Desti Novita, S.H, M.H. selaku JPU mendakwakan kepada para terdakwa dengan Pasal 170 Ayat (2) Ke-2 KUHP, Pasal 353 Ayat (2) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP, pasal 351 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan pasal 351 Ayat (2) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi, karena terdakwa melalui Penasehat Hukumnya tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU.

Bahwa dalam keterangan para saksi (Sunjaya Permana, Sahrul B Madnur dan Yudi) saat diperiksa secara berbarengan, Saksi Korban Sunjaya Permana menjelaskan “pada saat terkena tembakan, saya dan teman saya yudi saat itu sedang berboncengan naik motor di daerah Alam Sutera sekitar pukul 00.30, ketika terkena tembakan saya mendengar suara keras seperti letusan ban dan langsung merasakan sakit dan sesak, tidak tahu siapa yang menembak saya hanya melihat mobil putih disekitar tempat kejadian ketika menengok kearah belakang.”

Lebih lanjut ayah korban Sahrul B. Madnur saat memberikan keterangan dipersidangan menjelaskan “jadi setelah kejadian tersebut saksi korban Sunjaya Permana harus dirawat selama kurang lebih 14 hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dengan total biaya oprasi yang dikeluarkan sebesar 20 juta diluar biaya bantuan dll”, namun saat ini anak saya sudah baik-baik saja dan sudah bisa bekerja secara total ditempat kerjanya.

Ketika saksi ditanya oleh Ketua Majelis Hakim Arif Budi Cahyono apakah setelah terjadinya penembakan tersebut ada pihak yang datang kerumah untuk berdamai dan mengganti rugi, “ada yang mulia, saya mau saja tapi saya takut untuk menerimanya takut terjadi apa-apa” ungkap Sunjaya Purnama

Kemudian ketika dikonfirmasi oleh Majelis Hakim mengenai keterangan para saksi, terdakwa EF, terdakwa CRA dan terdakwa CLA membenarakan kejadian penembakan tersebut dan meminta maaf kepada masyarakat, keluarga dan korban atas kesalahan yang diperbuat serta berjanji akan mengganti seluruh kerugian yang dialami oleh saksi korban Sunjaya Permana.

Sebelum sidang ditunda setelah pemeriksaan saksi selesai Ketua Majelis Hakim mengingatkan kembali kepada para terdakwa agar merealisasikan niat baiknya untuk berdamai dan mengganti kerugian yang dialami korban.(Uceng)

Pos terkait